Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Merancang Desain Pesan E-Learning Berbasis Prinsip Memori untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Merancang Desain Pesan E-Learning Berbasis Prinsip Memori untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Dr. I Made Sudiksa, SE.,M.Pd | Dosen Prodi Bisnis Digital | Universitas Pendidikan Nasional

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pembelajaran yang sebelumnya berlangsung secara tatap muka kini semakin banyak dilakukan melalui sistem daring atau e-learning. Namun, tantangan utama dalam pembelajaran digital bukan sekadar pada penggunaan teknologi, melainkan pada bagaimana pesan pembelajaran dirancang dan disampaikan kepada peserta didik.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit pembelajaran e-learning yang masih bersifat satu arah, padat teks, dan kurang menarik. Akibatnya, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi, cepat merasa jenuh, dan hasil belajar tidak optimal. Kondisi ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran daring sangat ditentukan oleh desain pesan e-learning yang efektif.

Desain Pesan sebagai Jantung Pembelajaran Digital

Desain pesan pembelajaran merupakan proses merancang dan mengatur informasi agar mudah dipahami, menarik, dan mampu mempengaruhi cara berpikir serta perilaku belajar peserta didik. Dalam konteks e-learning, desain pesan tidak hanya berkaitan dengan isi materi, tetapi juga cara penyajian, visualisasi, struktur, dan keterkaitan antar konsep.

Penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional Denpasar menunjukkan bahwa desain pesan e-learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Artinya, semakin baik desain pesan yang digunakan dosen dalam pembelajaran daring, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai mahasiswa.

Empat Prinsip Utama Desain Pesan E-Learning

Pertama, prinsip kesiapan dan motivasi. Peserta didik perlu disiapkan secara mental sebelum menerima materi. Tujuan pembelajaran yang jelas, apersepsi, dan stimulus awal sangat membantu menumbuhkan minat serta motivasi belajar. Kedua, prinsip persepsi. Penyajian materi harus memperhatikan keterbacaan, tata letak, warna, dan konsistensi tampilan. Informasi yang terlalu padat atau tidak terstruktur justru menghambat pemahaman peserta didik.  Ketiga, prinsip memori, yang dalam penelitian terbukti sebagai faktor paling dominan. Materi pembelajaran yang disertai ilustrasi, contoh konkret, analogi, diagram, dan model visual lebih mudah dipahami dan diingat. Pembelajaran daring tidak cukup hanya menyampaikan teks, tetapi harus dikemas secara visual dan kontekstual agar melekat dalam ingatan peserta didik. Keempat, persepsi belajar konsep, yaitu bagaimana peserta didik memahami keterkaitan antar konsep. Penyajian materi dari yang sederhana ke kompleks, penggunaan peta konsep, serta penekanan hubungan antar topik membantu peserta didik membangun pemahaman yang utuh.

Prinsip Memori sebagai Penentu Keberhasilan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip memori memiliki pengaruh paling kuat dalam meningkatkan hasil belajar. Ketika dosen menyajikan materi e-learning dengan contoh nyata, ilustrasi visual, dan analogi yang dekat dengan kehidupan peserta didik, proses belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini menegaskan bahwa pembelajaran digital bukan sekadar memindahkan materi cetak ke layar, tetapi membutuhkan kreativitas dalam mengemas pesan pembelajaran. Visualisasi yang tepat membantu peserta didik mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.

Implikasi bagi Dunia Pendidikan

Temuan ini menjadi pengingat penting bagi institusi pendidikan dan para pendidik untuk mengevaluasi kembali cara mereka merancang materi e-learning. Penguasaan teknologi saja tidak cukup tanpa pemahaman tentang prinsip desain pesan pembelajaran.

Institusi pendidikan perlu menyelenggarakan pelatihan khusus bagi pendidik yang menekankan penerapan prinsip desain pesan e-learning, terutama prinsip memori. Dengan demikian, pembelajaran daring tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas hasil belajar.

Penutup

Di era digital, kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas desain pesan yang disampaikan. E-learning yang dirancang dengan baik, komunikatif, dan berbasis prinsip kognitif mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Desain pesan e-learning bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.